Macbook Pro 2018, Prosesor Intel 8 Core, Disain body sama. #NODEAL

Buat pengguna atau penyuka Macbook Pro, Macbook Pro edisi 2019, khususnya 8 core, adalah produk bermasalah. Dari judul ini saja mereka bisa tahu problematikanya karena disain body yang sama dengan tahun lalu.

Tahun 2018 perusahaan Apple merilis lini Macbook Pro dengan prosesor 6 inti. Dengan bodi yang tipis, prosesor di dalamnya bekerja tanpa dukungan pendingin, kipas, piranti yang menjaga dalaman tetap adem. 

Ketika prosesor terlalu panas dalam batasan waktu tertentu, Logic Board menurunkan kapasitas prosesor hingga 50%, supaya panas tidak berlebih. Maka yang terjadi prosesor 6 inti tidak bekerja sesuai kapasitasnya. Malah, beberapa komentar menganggap lini Macbook Pro 2018 dengan 4 inti masih lebih cepat dibandingkan 6 inti. 

Kesimpulannya, produk ini gagal didisain untuk bisa optimal. Value produk ini menurun. Harganya yang tidak murah menjadi tidak masuk akal dengan banyak alternatif yang lebih baik.

Setelah satu tahun berlalu, Apple minggu lalu merilis Macbook Pro dengan 8 inti (2019). Disain bodi sama. Belum diketahui bagaimana disain dalamannya hingga saat sekarang, tetapi ga yakin bisa mendisain ulang sistem pendinginnya. 

Solusi yang ditawarkan perusahaan adalah patch untuk Logic Board mengatur pemakaian prosesor tidak mengakibatkan temperatur terlalu panas. Dengan kata lain, patch ini melakukan throttling down, atau menyumbat kapasitas prosesor. Jadi, buat apa dong beli prosesor 8 inti kalau diset lebih lambat?

Istilahnya, beli smart phone kapasitas 128 GB tapi hanya boleh pakai 32 GB. Atau, pakai smart phone dibatasi hanya 8 jam sehari engga boleh lebih meski baterai masih ada. Atau beli mobil Avanza tapi hanya boleh pakai gigi manual sampai 3. Atau beli motor Ninja tapi jalan maksimal 40 Km/jam. Jadi seperti inilah Macbook Pro dengan 8 inti adalah produk 50 juta rupiah yang dibeli bukan untuk optimalisasi tapi ya untuk pemakaian ringan.

Comments

Popular Posts