Beneran Nih Fortnite Balik Ke IOS? 😃

Beneran Fortnite Balik Ke IOS?

Tunggu Dulu ðŸ«¶

Ga secepat itu Ferguso. Ini ada juntrungannya. Sebelumnya, kita kilas balik dulu ya.

TLDR; Epic Games itu cool kid. Apple is bad guy now.

Tentang Epic Games

Epic Games, Inc. adalah pengembang perangkat lunak dan penerbit permainan video Amerika dengan pusatnya di Cary, North Carolina. Perusahaan ini didirikan oleh Tim Sweeney sebagai Potomac Computer Systems pada tahun 1991. Potomac Computer Systems berubah nama menjadi Epic MegaGames Inc kemudian menjadi Epic Games. Hingga kini perusahaan ini masih merupakan perusahaan pribadi. 

Dari awal yang sederhana kini Epic Games memiliki 40 kantor di penjuru dunia. Misi utamanya  mengembangkan banyak game dan piranti tiga dimensi (3D) bernama 'Unreal Engine' yang dipakai di industri games, perfilman, manufaktur, pendidikan, arsitektur, automotif, dan simulasi. Hingga Desember 2020, Epic Games bernilai 17 Miliar Dolar (USD).

Epic Games juga membuat media online Epic Games Store dan Epic Online Service. Ketiganya merupakan ekosistem digital bagi para pengembang game untuk membuat, menjual, dan mengoperasikan gamenya.



Salah satu game yang sangat terkenal adalah Fortnite. Epic Games membuat dan menjalankan Fortnite yang sampai saat ini terdapat 350 juta akun aktif dan 2,5 miliar koneksi. Fortnite rilis perdana pada Juli 2017 dengan sistem bayar, yang kemudian diubah menjadi sistem tidak berbayar. Tiga bulan kemudian Epic Games merilis Fortnite Battle Royale yang bisa dimainkan lintas gadget, hp, pc/laptop, konsol game, dan dalam 8 bulan mencapai kesuksesan dengan menyedot 125 juta pemain dan celengan 1 Miliar Dolar. Pada Maret 2019 sudah ada 250 juta pemain.

Masalah Dengan Apple

Dari berbagai platform Fortnite juga tersedia dan sangat trending di App Store yang dimiliki Apple. Seperti halnya Epic Games Store, App Store juga menjadi pusat distribusi untuk perangkat buatan Apple (masih sebatas IOS). Semua aplikasi yang ada di App Store-nya Apple, termasuk Fortnite. dikenakan biaya berupa potongan sebesar 30%.

Sepanjang 2018, pemasukan Epic Games melalui Fortnite mencapai 2,4 Miliar Dolar (US) atau 33 Triliun Rupiah. Sepanjang 2019 mencapai 1,8 Miliar Dolar (US) atau 25 Triliun Rupiah. Duit semua tuh! Setoran untuk app store bisa mencapai ratusan juta dolar atau triliunan Rupiah. 

Beban potongan 30% ini yang mendasari Tim Sweeney untuk mempertanyakan kebijakan Apple. Alasannya, apabila beban ini dihilangkan, maka keuntungan lebih sehat, biaya pemain bisa lebih murah dan pendapatan pengembang lebih besar. Kemudian, Apple menolak Sweeney. Epic Games maju ke persidangan dengan tuduhan Apple menjalankan perdagangan monopoli.

Pertarungan Hingga Persidangan

Epic Games kemudian menyediakan opsi pembayaran langsung (tanpa melalui app store) untuk pembelian di Fortnite. Ini lantas melanggar kebijakan app store. Pada 13 Agustus 2020 Apple mencopot game Fortnite dari App Store karena dianggap telah melanggar. Melalui pencopotan ini Epic Games maju menuntut Apple dengan dasar tindakan anti-persaingan. 

Tampilan alternatif pembayaran di Fortnite IOS. Kalau ada yang murah...


Menurut Sweeney, baik IOS, dan juga Android, wajib membuka kesempatan untuk pihak pertama dan pihak ketiga di digital store yang tersedia untuk menunjang persaingan bisnis yang lebih sehat, bukannya mengekang dan mengeksploitasi para developer pada ekosistem monopoli Apple.

Disebutkan eksploitasi karena 30% keuntungan dipotong di muka untuk Apple sebelum disetor pada para pengembang. Sweeney menganggap 30% ini terlalu besar. Hal ini dilakukan tidak hanya oleh Apple tetapi juga Google. Keduanya menghambat kemajuan teknologi dengan menekan para pengembang.

Argumen lainnya Sweeney menilai Apple tidak konsisten dalam menegakkan peraturan. Pemberi jasa seperti Uber (atau kalau di Indonesia sejenis Gojek dan Grab), StubHub, Door Dash, diijinkan melakukan pembayaran di luar ekosistem Apple. Yah  bayangkan saja apabila setiap transaksi jasa dikenakan biaya tambahan potongan 30%. Pasti tidak laku!

Namun yang paling spektakuler adalah Epic mengeluarkan video imitasi iklan Superbowl Apple tahun 1984 yang mengecam IBM yang tatkala itu merupakan dominasi komputer yang serakah. Epic mengeluarkan video dimana Apple-lah yang menjadi IBM, perusahaan yang rakus. Intinya, Epic menuding Apple telah menjadi kekuatan jahat yang harus dilawan bersama-sama.

Perseteruan berlanjut. Google ikut-ikutan mencopot Fortnite dari Play Store. (Google ampun deh ga tahu malu!) Spotify berpihak dengan Epic Games. Spotify memuji Epic Games untuk maju melawan Apple yang sudah terlalu lama mendominasi dan menyengsarakan kompetitor melalui praktik yang tidak fair.

Apple menuding Epic Games ingin diberikan perlakuan khusus, seperti potongan yang lebih rendah. Namun Sweeney membantah dan menjawab bilamana perjuangannya untuk suatu ekosistem bisnis digital yang lebih sehat dan setara bagi semua pihak, salah satunya dengan membuka kesempatan untuk app store dari pihak ketiga.

Di persidangan, Microsoft mendukung Epic Games dengan menyediakan data-data finansial rahasia perusahaan yang mengkonfirmasi semua tudingan Epic Games atas Apple. Menurut bos Xbox Gaming, pencopotan yang dilakukan Apple akan melukai para kreator dan pemain. Nah. Akhirnya pemain games yang diajak musuhan sama Apple. Kalau netizen Indonesia bersatu wah bisa ompong Apple dibikin.

Apple kemudian berbalik menuntut Epic Games karena dianggap maunya gratisan.

Setelah saling berbalas melalui ranah media publik, keduanya bertemu di pengadilan pada 3 Mei 2021.

Para politisi yang biasanya terbelah opininya, tumben-tumbennya sama-sama sepakat mengenai monopoli yang dilakukan Apple. Ada juga yang menganggap bahwa app store menjadi terlalu esensial dan seharunya menjadi bagian dari fasilitas publik bukan fasilitas swasta. Hahaha, ini mah minta dilobi. Bisaan. Namun Apple sebagai pembuat app store bisa bersikukuh bahwa sebagai pembuat mereka bebas membuat kebijakan. Mereka menilai meminta 30% masih wajar di industri game. Kalau wajar, kenapa monopoli. Kan lucu.

Pertarungan anti-trust ini akhirnya dimenangkan oleh Apple. Epic Games gagal memenangkan gugatan ini dan tetap dikunci di luar app store. Pengadilan memerintahkan Apple untuk mengijinkan para developers memakai jalur pembayaran di luar app store. 

November 2022

Apple memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan app store dan melakukan banding beranggapan bahwa app store tidaklah anti-persaingan. Epic Games kembali maju menyanggah dengan alasan bahwa pengadilan melakukan "kesalahan legal" dalam keputusan sebelumnya.

Kapan Fortnite Balik Ke IOS?

Januari 2023: Beneran Balik Ga Nih ðŸ˜ƒ

Sudah hampir tiga tahun berlalu sejak perhelatan antara Epic Games melawan Apple. Lalu Sweeney membuat cuitan di twitter.

Nyanyian Kode Di Awal Tahun 2023 :-)

jadi di 2022 Eropa mengeluarkan kebijakan Digital Markets Act (DMA) yang salah satu ketentuannya mewajibkan Apple untuk mengijinkan sideloading (yaitu instalasi di luar app store untuk perangkat Apple) dan ketersediaan untuk menawarkan app store alternatif di IOS. Apple berencana untuk menggulirkan IOS 17 di 2023 untuk mengikuti DMA ini. Besar kemungkinan Tim Sweeney akan memanfaatkan keputusan DMA Eropa ini untuk diaplikasikan di gugatan banding selanjutnya.

Dari sini juga kita bisa menilai kalau hasil pengadilan yang pertama terlalu lembek untuk mengijinkan Apple berlaku semena-mena (yaitu anti persaingan dan merugikan pengembang). Diperlukan pergerakan di luar Amerika untuk bisa menggebrak dominasi Apple. 

Menurut saya pribadi, saya merasa lega masih ada sosok seperti Tim Sweeney dan Epic Games yang saat ini, di jaman ini, melawan dominasi Apple. Dari segi valuasi saja, Epic Games hanya kerikil di mata Apple yang adalah perusahaan dengan valuasi terbesar yang pernah ada.

Dan harus ya sebuah perusahaan games yang maju melawan perusahaan serakah raksasa. Kisah ini seperti kisah underdog melawan tim unggulan; Daud lawan Goliat; tim kuda hitam lawan tim unggulan. Epic Games jelas bukan perusahaan kaleng-kaleng. Mereka mengembangkan Unreal Engine 5 dan ditawarkan terbuka ke pasar demi memajukan industri game dan film. Semoga Tim dan Epic Games berhasil menaklukkan dominasi pelaku anti persaingan. Ciaiyo!

Comments

Popular Posts