Ripping CD dilarang di UK.
Itunes (media berbentuk software berfungsi sebagai penyimpan lagu-lagu, buku-buku, aplikasi iphone dan ipad, dan pembuat cadangan) kini telah resmi menjadi ILEGAL di United Kingdom.
Begitulah yang disampaikan 9to5MAC (link), dikonfirmasi oleh torrentfreak.com, dan dilansir dari dailymail.co.uk.
Pengadilan Tinggi di United Kingdom telah menetapkan bahwa membuat duplikat lagu ke medium yang berbeda, meski untuk keperluan pribadi, dari media yang dibeli secara pribadi, adalah hal yang bertentangan dengan hukum.
Praktik ini adalah salah satu fitur utama yang disuguhkan Apple melalui software itunes. Itunes dapat melakukan 'ripping CD' yaitu menduplikasi lagu-lagu dari CD (cakram) dan dikonversi ke ukuran yang lebih kecil dan bersahabat ke dalam bentuk "MP3" dan "M4A". Praktik ini telah lama ada.
Sepanjang keberadaan itunes di awal kemunculannya sebagai pemutar lagu-lagu ala jukebox dan media penyimpan lagu saja di tahun 2001, hingga sekarang dimana itunes menjelma menjadi software hub bagi pengguna apple yang mengkoneksi iphone, ipad, dan mac, bahkan pengguna Windows.
Itunes kini terkoneksi online dan memiliki toko online bernama "iTunes Store" menjual film, lagu-lagu, aplikasi, mengkoneksikan streaming podcast, musik berlangganan dan berbagai fitur terkait lainnya. (Untuk lebih detil silakan klik ini)
Hingga 2015, hal ini sudah berjalan 14 tahun. Kini menjadi ilegal di UK. Padahal terpaut Oktober 2014, Pengadilan Tinggi UK menetapkan peraturan bahwa kepemilikan lagu berbayar memperbolehkan individu pemilik untuk duplikasi untuk penggunaan pribadi. Mengapa perubahan ini? Dan akankah pembatasan ini menyebar ke negara-negara Eropa lainnya dan mungkin Amerika?
Pada tanggal 30 Juni 2015, Apple mengeluarkan layanan musik streaming berbayar, dengan banderol $9.99 di US atau Rp. 69.000 per orang di tanah air. (Link) Layanan ini berlaku ke 100 negara pada awal rilis. Persaingan musik streaming berlangganan semakin ramai dengan masuknya Apple Music, diantara pemain lama seperti Spotify, Tidal, Rdio, Aspiro, dan lain sebagainya.
Perdananya, Apple Streaming Music ini sedikit mencuri perhatian netizen dengan berhasil menggandeng Taylor Swift. Belakangan Swift menyepakati musiknya masuk ke streaming music khusus Apple karena merasa perjanjiannya menguntungkan kedua belah pihak. Bertolakan dengan pengunduran dirinya dari Spotify, yang mana menjadi wacana untuk artis lain apabila bisa melakukan negosiasi serupa.
Apabila aturan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi UK akan membuka wacana baru bagi negara-negara lainnya, kemungkinan ke depan industri akan menghadapi tantangan ilegal praktik dimana duplikasi akan tidak diizinkan. Hal ini tentu akan menghantam model bisnis yang ada di perusahaan besar, baik pengusung produk maupun layanan, seperti Apple, Sony Walkman, Microsoft, Spotify dan lain sebagainya.
Aturan ini lantas membatasi atau justru memancing keuntungan? Apabila satu lagu untuk satu medium (bukan lagi satu user), kemungkinan seorang pelanggan harus membeli 3 kali untuk medium laptop, medium keping, dan medium handphone, setidaknya. Artinya, satu lisensi untuk satu gadget. Kebayangnya begini, kelak akan ada banderol musik seperti: Dapatkan 1 Album Artis X khusus handphone, 1 Album Artis Y khusus CD, 1 Album Artis Z khusus streaming.
Pengadilan Tinggi di United Kingdom telah menetapkan bahwa membuat duplikat lagu ke medium yang berbeda, meski untuk keperluan pribadi, dari media yang dibeli secara pribadi, adalah hal yang bertentangan dengan hukum.
Praktik ini adalah salah satu fitur utama yang disuguhkan Apple melalui software itunes. Itunes dapat melakukan 'ripping CD' yaitu menduplikasi lagu-lagu dari CD (cakram) dan dikonversi ke ukuran yang lebih kecil dan bersahabat ke dalam bentuk "MP3" dan "M4A". Praktik ini telah lama ada.
Sepanjang keberadaan itunes di awal kemunculannya sebagai pemutar lagu-lagu ala jukebox dan media penyimpan lagu saja di tahun 2001, hingga sekarang dimana itunes menjelma menjadi software hub bagi pengguna apple yang mengkoneksi iphone, ipad, dan mac, bahkan pengguna Windows.
Itunes kini terkoneksi online dan memiliki toko online bernama "iTunes Store" menjual film, lagu-lagu, aplikasi, mengkoneksikan streaming podcast, musik berlangganan dan berbagai fitur terkait lainnya. (Untuk lebih detil silakan klik ini)
Hingga 2015, hal ini sudah berjalan 14 tahun. Kini menjadi ilegal di UK. Padahal terpaut Oktober 2014, Pengadilan Tinggi UK menetapkan peraturan bahwa kepemilikan lagu berbayar memperbolehkan individu pemilik untuk duplikasi untuk penggunaan pribadi. Mengapa perubahan ini? Dan akankah pembatasan ini menyebar ke negara-negara Eropa lainnya dan mungkin Amerika?
Pada tanggal 30 Juni 2015, Apple mengeluarkan layanan musik streaming berbayar, dengan banderol $9.99 di US atau Rp. 69.000 per orang di tanah air. (Link) Layanan ini berlaku ke 100 negara pada awal rilis. Persaingan musik streaming berlangganan semakin ramai dengan masuknya Apple Music, diantara pemain lama seperti Spotify, Tidal, Rdio, Aspiro, dan lain sebagainya.
Perdananya, Apple Streaming Music ini sedikit mencuri perhatian netizen dengan berhasil menggandeng Taylor Swift. Belakangan Swift menyepakati musiknya masuk ke streaming music khusus Apple karena merasa perjanjiannya menguntungkan kedua belah pihak. Bertolakan dengan pengunduran dirinya dari Spotify, yang mana menjadi wacana untuk artis lain apabila bisa melakukan negosiasi serupa.
Apabila aturan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi UK akan membuka wacana baru bagi negara-negara lainnya, kemungkinan ke depan industri akan menghadapi tantangan ilegal praktik dimana duplikasi akan tidak diizinkan. Hal ini tentu akan menghantam model bisnis yang ada di perusahaan besar, baik pengusung produk maupun layanan, seperti Apple, Sony Walkman, Microsoft, Spotify dan lain sebagainya.
Aturan ini lantas membatasi atau justru memancing keuntungan? Apabila satu lagu untuk satu medium (bukan lagi satu user), kemungkinan seorang pelanggan harus membeli 3 kali untuk medium laptop, medium keping, dan medium handphone, setidaknya. Artinya, satu lisensi untuk satu gadget. Kebayangnya begini, kelak akan ada banderol musik seperti: Dapatkan 1 Album Artis X khusus handphone, 1 Album Artis Y khusus CD, 1 Album Artis Z khusus streaming.
