Solusi terbaik bukan solusi yang sementara

Artikel mengenai kurikulum dan pendidikan ini bagus, tp contoh sikap yang dicontohkan kang emil bukan langkah tepat. Link:

http://plus.url.google.com/url?q=http://www.kompasiana.com/idrisapandi/ketika-ridwan-kamil-menampar-wajah-pendidikan-kita_55af6f86b27a61a22b1e24ba&rct=j&ust=1437710508558000&usg=AFQjCNGlmm6fMK52aRmhCslrqxd2XA3gSA

Mengapa?
Kesatu. Hal ini dilakukan sesekali. Jadi tidak mengubah perilaku secara masif dan efektif.
kedua. Otoritas yang tidak pada tempatnya. Apalagi menghukum pelanggar motor dengan push up di tempat, mendorong perilaku melakukan "penyelesaian" di tempat.

Dilakukan oleh orang yang tidak punya otoritas. (Walikota menghukum pengguna jalan? Ini pemahaman yang keliru. Kan rugi kalau polantas dianggap tidak kompeten.)
Beda kalau disiplin tetap ditegakkan polantas, didukung/dipantau walikota. Namun tidak terjadi.
akibatnya, pengguna jalan tetap tidak memandang segan penyandang otoritas spt polantas. Penyandang otoritas bersangkutan juga tidak merasa perlu menuntaskan bagian dr tanggung jawabnya.

Well, it's more than meets the eyes. Solusi jangka pendek tidak selalu yang terbaik.

Comments

Popular Posts