Memulai baru

Posterous shutdown (tautan)


alias gulung tikar. bye bye posterous.




Ini kejadian sudah di waktu lumayan lama. Posterous adalah wahana blogging yang sederhana (thus i liked it) yang memudahkan saya untuk memulai membuat blog. kenapa membuat blog? karena saya pikir media sosial tipikal bukanlah wadah menulis yang enak.

Berdiri tahun 2008. Tahun 2009 saya bergabung. Walau tidak rutin mengisi postingan baru tapi saya menjadi cukup sering berbagi informasi mengenai kegiatan akademis dan profesi berkait dengan ekonomi, manajemen,  dan sejenisnya (waktu itu saya masih di kampus). Dengan ios memang terasa lebih enak pengalaman blogging, berbagi foto, informasi, hagstag.


More than 60,000 people were logging into Posterous every day, judging by public data from those who use the site with Facebook, and the site was hosting more than 52 million pages. People liked Posterous because it was incredibly easy to use. It also had a killer feature: post by email. (The Verge, Adrianne Jeffries, April 30th 2013)
--- 
Lebih dari 60.000 orang login ke Posterous setiap harinya, menurut data publik dari mereka-mereka yang memakai situs (Posterous) dengan akun Facebook, dan Posterous menampung lebih dari 52 juta halaman. Orang menyukai Posterous karena sangat gampang dipakai. Memiliki fitur terbaik: postingan melalui email. (The Verge, Adrianne Jeffries, 30 April 2013)


Tiba-tiba, saya sempat membaca bahwa twitter membeli posterous. Wah, pikir saya, pasti posterous ini laris manis. Sudah tiga tahun lamanya berada di posterous, saya semakin bergairah untuk meneruskan blogging. Namun terkejutlah, setelah tiba-tiba ada pengumuman posterous mau tutup. Hal ini dikonfirmasi oleh beberapa situs berita teknologi. Mengecewakan memang. Masalah lainnya waktu itu saya tidak tahu bagaimana menyelematkan semua postingan Posterous yang sudah-sudah. (Belakangan, ternyata ada caranya melakukan migrasi. Do'oh)

Singkat cerita, posterous berakhir di tangan manajemen twitter. Tidak lama berselang, dari tangan yang sama lahirlah wahana blogging sederhana bernama Medium yang bermula dengan versi beta. Beberapa orang dalam perusahaan posterous membuka wadah blog lainnya yang bernama posthaven Tapi saya tidak terpikir untuk pindah ke medium atau yang mana pun. Cek tagline mereka di bawah. 

Hingga sekarang, saya bermaksud untuk memulai baru lagi. Saya tidak survey. Saya tidak melongok medium atau posthaven. Saya pikir sekarang saatnya yang pas untuk memulai baru dengan google blogger.






Popular Posts